GALERI

GALERI
Kunjungan Mahasiswa FH Universitas Surya Kancana, Cianjur, Jabar

INFORMASI KUNJUNGAN KELUARGA WARGA BINAAN




LAYANAN KUNJUNGAN KELUARGA WARGA BINAAN DI LP TERBUKA NUSAKAMBANGAN:
SENIN-KAMIS PUKUL 08.00 WIB DENGAN MEMBAWA:1. SURAT PENGANTAR ASLI DARI RT/RW SAMPAI DENGAN KEPALA DESA/SURAT IZIN KUNJUNGAN DARI KEPALA LAPAS, 2.KARTU IDENTITAS DIRI KTP/SIM, 3. MASING-MASING DIFOTO COPY 5X. INFORMASI LEBIH LANJUT KIRIM e-mail ke lapsternk@yahoo.com


Kunjungan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surya Kancana (UNSUR),Cianjur,Jawa Barat

Monday, March 20, 2017

Nusakambangan. Lapas Terbuka Nusakambangan kedatangan tamu mahasiswa dan dosen pendamping sekitar 50 orang dari Fakultas Hukum Universitas Surya Kancana, Cianjur Jawa Barat. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Seksi Adm Kantib Bp Mochamad Alimi,SH dan Kepala Seksi Pembinaan anak didik dan Narapidana serta Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Bp Mohamad Irvan Muayat,A.Md IP,SH,MH. Dalam kunjungan tersebut dilakukan paparan sekilas tentang Lapas Terbuka Nusakambangan, proses pengamanan dan pembinaan yang ada. para mahasiswa cukup antusias mengikuti parapran tersebut. dalam sesi tersebut dilakukan diskusi dan tanya jawab. dalam sesi penutup dilakukan pemberian cindera mata oleh perwakilan Wakil Dekan I FH UNSUR Bp Dr. Dedi Mulyadi,SH,MH.

Baca Selengkapnya...............

Optimalkan Potensi Lahan, Lapas Terbuka NK Budidayakan Ikan Mujair

Tuesday, March 7, 2017

Nusakambangan, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Nusakambangan menggiatkan pembinaan kemandirian bisang perikanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bekal mereka ketika kembali ke masyarakat. Diakui Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan, Ahmad Hardi, budidaya ikan menjadi alternative sokusi bekal kemandirian bagi WBP. “Dengan luas lahan dan potensi lahan ada di sekitar lapas sangat memungkinkan untuk pengembangan budidaya perikanan,” terangnya, Selasa (28/2). Saat ini, Lapas Terbuka Nusakambangan memiliki satu kolam berukuran 3×20 m yang berisi 3.500 ikan mujair dan 1.000 ikan nila. Ada pula tiga kolam lain berisi ikan lele, ikan patin, dan ikan bawal. Menurut penuturan Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Lapas Terbuka Nusakambangan, Muhamad Irvan Muayat, pihak lapas sangat mendukung program budidaya ikan. “Kami ingin WBP memiliki bekal kemandirian dan mampu mandiri,” tegas Irvan. Hal senada diutarakan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Lapas Terbuka Nusakambangan, Ari Adi Kurniawan. “Diharapkan kedepannya setelah mereka keluar dari lapas dapat berhasil mengintegrasikan dirinya ke masyarakat untuk mencari nafkah yang halal,” harapnya. Pihak lapas memprediksi dalam lima bukan kedepan budidaya ikan sudah bisa dipanen dan hasilnya akan dipasarkan kepad apara pegawai di wilayah Nusakambangan melalui koperasi, warung makan, dan pacar Cilacap dengan harga Rp. 30-40 ribu/kg, sedangkan ikan nila akan dipasarkan seharga Rp. 20-30 ribu/kg. Apalagi prospeknya cukup baik mengingat tingginya permintaan akan kebutuhan ikan air tawar khususnya. Menurut salah satu WBP, Setia Wahidin, budidaya ikan mujair membutuhkan waktu kurang lebih 4-5 bulan. “Teman-teman sesama WBP cukup antusias dalam mengikuti pembinaan bidang perikanan yang ada seperti saat tahap pembuatan kolam, penebaran bibit ikan, dan perawatan ikan-ikan tersebut,” katanya. Penuturan seirama dikatakan WBP Panji yang tertarik ikut budidaya ikan di lapas. “Saya pernah membudidayakan ikan lele di rumah dan menguntungkan. Selanjutnya saya rencana membudidayakan kembali dengan jenis ikan lainnya seletah selesai menjalani pidana,” pungkasnya. sumber: http://www.ditjenpas.go.id/optimalkan-potensi-lahan-lapas-terbuka-nk-budidayakan-ikan-mujair/

Baca Selengkapnya...............

Warga Binaan di LP Nusakambangan Dilatih Beternak Sapi

Tuesday, January 24, 2017

JAKARTA (Pos Kota) – Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan dilatih Beternak Sapi. Hal ini juga dalam kaitan membantu pemerintah untuk mensukseskan program swasembada daging. Langkah itu dimulai, saat Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM menandatangani nota kesepahaman untuk melakukan pendampingan teknis produksi ternak dan pakan ternak bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan (LP). “Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus berupaya melakukan sejumlah langkah strategis dalam meningkatkan produksi ternak dan pakan ternak di tanah air,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita usai MoU, Senin (23/1). Menurut Ketut, langkah kerjasama ini sangat penting untuk dilakukan mengingat besarnya potensi yang ada. Terutama pemanfaatan lahan pertanian yang ada di setiap LP. Langkah kerjasama sendiri guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan di setiap LP yang ada dan meningkatkan skill dari warga binaan dalam sektor pertanian. Yang menjadi prioritas pada saat ini adalah pemanfaatan lahan dan memaksimalkan warga binaan di LP Nusakambangan. LP Nusakambangan sendiri memiliki lahan yang cukup luas dan di dalamnya memiliki keragaman sumber pakan ternak yang sangat banyak. Lokasi ini memiliki peluang yang besar untuk dijadikan sebagai zona pembibitan dan produk ternak yang bebas dari penyakit. Untuk bisa menjalankan program ini penting untuk terlebih dahulu melakukan MOU dengan kementerian terkait. Dengan adanya MOU tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan Pulau Nusakambangan sebagai kawasan penghasil bibit dan sapi siap potong guna memenuhi kebutuhan pangan asal ternak. Luang lingkup nota kesepahaman sendiri mencakup tiga hal. Pertama, pendampingan produksi ternak dan pakan ternak. Kedua, peningkatan SDM petugas pemasyarakatan dan warga binaan pemasyarakatan. Ketiga, sosialisasi pelaksanaan kegiatan kerjasama. Diharapkan dengan adanya langkah kerjasama ini, potensi yang ada di setiap LP yang ada serta kreativitas dari setiap warga binaan dapat disalurkan di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi program bersama tersebut. Sumber : poskotanews.com

Baca Selengkapnya...............

Pelayanan Remisi

Pelayanan Remisi

Majalah Dinding

Majalah Dinding
Warga Binaan sedang membaca artikel pada majalah dinding (mading), ada 2 zona pengetahuan yang dipublikasikan yakni zona kerohanian dan kemandirian.

Perpustakaan LP Terbuka Nusakambangan

Perpustakaan LP Terbuka Nusakambangan
Lokasi di Masjid At-Taubah LP Terbuka Nusakambangan. Tersedia Buku Agama Islam [Al-Qur'an,Tahlil dan Yasin,Iqro,Majalah Islami,Buku Islami] dan buku ketrampilan [Pertanian,peternakan,pertukangan,otomotif,arsitektur,dan perikanan untuk para Warga Binaan dan Pegawai]. Ada sekitar 500 eksemplar koleksi perpustakaan di masjid At-Taubah.Lemari etalase merupakah bantuan PT Holcim Tbk dan buku bantuan dari Perpustakaan Nasional.
 
 
 

Bagaimana menurut anda informasi yang diberikan melalui website ini?

"KRITIK DAN SARAN UNTUK KEMAJUAN PELAYANAN PUBLIK KAMI, SILAHKAN KIRIMKAN VIA E-MAIL lapsternk@yahoo.com

LAYANAN TERPADU LAPOR

LAYANAN TERPADU LAPOR
Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat

LAYANAN PEMASYARAKATAN